SUKSES ITU BONUS

Oleh : Dr. H. Uril Bahruddin, M.A

Suatu ketika, pasca perhelatan pemilihan umum tahun 2009, salah seorang kawan bercerita bahwa ia telah melakukan berbagaimacam aktifitas sosial, mengadvokasi dan memberikan banyak bantuan kepada kelompok masyarakat tertentu, namun ternyata ketika kawan ini maju menjadi calon anggota legislatif, masyarakat yang selama ini dibina tidak memberikan suara kepadanya atau sedikit sekali diantara mereka yang memberikan dukungan. Namun demikian, dengan ijin dari Allah, kawan ini masih cukup suaranya, sehingga bisa duduk menjadi anggota dewan.

Kawan…
Cerita seperti di atas, sering kita temukan dalam kehidupan kita, dengan redaksi yang agak berbeda-beda, namun pada intinya sama. Banyak orang yang sudah bekerja keras, memberi bantuan kepada masyarakat, namun ketika dia membutuhkan bantuan, masyarakat tidak mau membantunya. Sebagai seorang guru misalnya, sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyampaikan ilmu kepada peserta didik dengan berbagai metode dan strategi, namun kadang-kadang belum juga bisa difahami oleh mereka. Sebagai orang tua, tentu tidak ada yang ingin gagal dalam mendidik anaknya, maka dia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk itu, memilihkan sekolah terbaik dengan beaya yang mahal, namun kadang-kadang belum sesuai dengan yang diharapkan.

Untuk kesekian kalinya, kita perlu memahami kembali hakekat USAHA dan SUKSES. Kita tidak boleh salah alamat dalam menerapkan dan menempatkan dua hal tersebut.

Usaha itu adalah domain manusia. Apabila kita menginginkan sesuatu, maka kita harus berusaha. Ingin harta harus bekerja, ingin ilmu harus belajar, ingin sukses dalam berdakwah harus berdakwah dengan giat dan semangat. Begitu juga kalau ingin menjadi anggota legislatif harus bekerja dengan langkah-langkah yang strategis untuk menggapainya. Itulah tugas manusia. Selanjutnya, masalah sukses adalah domain Allah swt. Dia yang akan menghadiahkan kepada siapa saja yang dikendaki dan akan mengambilnya dari siapa saja yang dikehendaki. Meskipun seseorang sudah berusaha dengan langkah-langkah yang strategis sekalipun, kalau Allah belum menghendaki, tidak akan sukses juga.

Karena sukses itu adalah domain Allah, maka kita harus meminta kepada-Nya. Namun kita juga tidak bisa mengintervensi Allah, Dia akan melakukan sesuai dengan kehendaknya, segala apa yang telah diputuskan oleh Allah buat orang mukmin, itu semuanya adalah baik menurut-Nya buat orang yang beriman. Apakah ada kebaikan selain pilhan Allah?. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis: “Sungguh menakjubkan urusan orang yang beriman, seluruh urusannya merupakan kebaikan, dan ini tidak dimiliki kecuali oleh orang beriman. Jika mendapatkan kenikmatan, dia bersyukur, dan itu baik baginya; jika tertimpa musibah, dia bersabar, dan itu baik baginya” (HR. Muslim).

Apabila sudah melakukan sejumlah aktifitas dengan memenuhi seluruh kriteria dan aturan main yang sudah ditentukan, bahkan dengan anggaran yang sudah dikeluarkan, maka tinggal kita ajukan tagihannya kepada Allah swt. Jika Allah berkehendak, maka kita akan mendapatkan bonus dari-Nya. Jika Allah tidak memberi bonus, maka sesungguhnya sudah cukup bagi kita jika Allah menerima seluruh pekerjaan kita. Dan kedua kondisi itu, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis di atas, adalah sama-sama baik.

Bonus yang diberikan oleh Allah kepada kita bisa jadi bukan karena usaha yang kita lakukan saat ini, bisa jadi bonus kali ini adalah karena pekerjaan lama yang pernah kita lakukan. Bisa juga bukan karena usaha yang kita lakukan sendiri, namun bonus dari Allah yang kita terima hari ini adalah karena kerja keras orang tua atau bahkan kakek dan nenek kita. Karena itulah Islam mengajarkan kepada kita untuk selalu mendoakan mereka, dan menjadikannya sebagai salah satu media pahala yang masih bisa mereka rasakan, diantaranya disebabkan adanya keterkaitan antara sukses kita hari ini dengan usaha mereka pada masa yang silam.

Semoga kita diberi kemudahan oleh Allah untuk bisa memahami hakekat ini, sehingga tidak selalu membandingkan antara usaha yang kita lakukan dengan kesuksesan. Domain kita adalah bekerja, maka bekerjalah, karena Allah akan menilai pekerjaan kita, dan apakah kita layak mendapatkan bonus atau tidak. Wallahu a’lam.
===============
cak.uril@gmail.com

SUKSES ITU BONUS | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *