Museum brawijaya Malang

 

Museum Brawijaya dibangun pada tahun 1967/1968. Yang kemudian diresmikan pada tanggal 4 Mei 1968. Museum Brawijaya merupakan nagian dari Museum ABRI (sekarang TNI). Dibangun oleh KODAM VIII/ Brawijaya sebagai persembahan kepada masyarakat Jawa Timur pada khususnya, dan kepada Bangsa Indonesia pada umumnya. Usaha membangun Museum Brawijaya didasarkan pada kebutuhan akan pentingnya sarana komunikasi dari generasi ke generasi. Warga KODAM VIII/ Brawijaya yang merupakan bagian dari generasi 45 (TNI) dalam hal ini sudah tentu ingin menempatkan diri sebagai penghubung dengan generasi mendatang. Masa sekarang menentukan corak masa depan, dan masa sekarang adalah hasil dari masa lampau.

Berbeda dengan tempat wisata yang lain. Museum adalah tempat wisata yang bertujuan untuk mengingatkan kita pada kejadian di masa lampau. Dan merupakan wisata sejarah dan kejuangan yang banyak memberikan pendidikan sejarah bagi pelajar maupun kalangan umum yang berkunjung. Begitu juga museum brawijaya yang berada di kota Malang. Museum ini berisi benda-benda bersejarah pada zaman perang kemerdekaan hingga koleksi foto-foto malang pada tempo dulu.Terletak di jalan Ijen no 25 Malang. Museum brawijaya diresmikan pada tanggal 4 mei 1968.Dengan luas mencapai 6825 m2, terbagi atas 2 area utama. Yaitu area pamer dan perkantoran.

Di depan museum dipajang koleksi tank yang digunakan pada pertempuran 10 november 1945 di Surabaya Kemudian senjata penangkis serangan udara yang disita oleh BKR pada September 1945 dari tangan tentara Jepang. Meriam cannon 3,5 Inch yang diberi nama “Si buang”. Tank AMP-Track yang digunakan dalam pertempuran para pejuang TRIP.

Koleksi di dalam museum juga tak kalah menarik. Antara lain koleksi senjata yang digunakan pada zaman kemerdekaan. Foto-foto jaman perang kemerdekaan. Foto-foto pemberontakan. Foto-foto Malang Tempo Dulu, komputer jadul jaman dahulu kala yang cukup besar walau hanya digunakan untuk menghitung, benda peninggalan panglima besar Sudirman dan lain-lain. Terdapat juga gerbong maut yang menjadi ikon dari museum ini.

Semboyan dari museum Brawijaya Malang adalah “Citra Uthapana Cakra”.
Dari bahasa San sekerta Citra berarti Sinar, Uthapana berarti Yang Membangkitkan,
dan Cakra adalah Kekuatan. Berarti jika disatukan arti semboyan tersebut mempunyai makna
“Sinar Yang Membangkitkan Kekuatan”.

Untuk pengunjung, Museum Brawijaya Malang terhitung cukup terkenal,
mulai dari sabang sampai merauke, bahkan dari luar negeri juga pernah mengunjungi Museum tersebut,
diantaranya Australia, Jepang, China, Amerika dan Negara-negara besar lainnya

Tiket masuk sekitar  Rp.2000 untuk perawatan benda-benda peninggalan sejarah bangsa kita.

Museum brawijaya Malang | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *