Komponen Metode Active Learning dan Pendukungnya

Komponen  Metode Active Learning dan Pendukungnya
Komponen   metode   Active   Learning   dan  pendukungnya   dapat digambarkan dengan diagram sebagai berikut:

Sikap Guru

Pengalaman

 

Interaksi
 
Belajar
Akhir
 

Komunikasi
 

Refleksi

Ruang

Gambar 2.6
Komponen Active Learning Strategy dan pendukung Komponen

a.   Komponen-komponen metode Active Learning

1)  Pengalaman

Anak akan belajar banyak melalui berbuat. Pengalaman langsung mengaktifkan lebih banyak indra dari pada hanya melalui mendengarkan.   Mengenal   ada  benda  tenggelam   dan  terapung
 

dalam  air  lebih  mantap  apabila  mencobanya  sendiri  dari  pada hanya menerima penjelasan guru.
2)  Interaksi

Belajar akan terjadi dan meningkat kualitasnya apabila berlangsung suasana diskusi dengan orang lain, berdiskusi, saling bertanya dan mempertanyakan, dan atau saling menjelaskan. Pada saat orang lain mempertanyakan pendapat kita atau apa yang kita kerjakan, maka kita terpacu untuk berfikir menguraikan lebih jelas lagi sehingga kualitas pendapat itu menjadi lebih baik.
Diskusi, dialog dan tukar gagasan akan membantu anak mengenal hubungan-hubungan baru tentang sesuatu dan membantu memiliki pemahaman yang lebih baik. Anak perlu berbicara secara bebas dan tidak terbayang-bayangi dengan rasa takut sekalipun dengan pertanyaan yang menuntut alasan atau argument. Argument dapat membantu mengoreksi pendapat asal didasarkan pada bukti.
3)  Komunikasi

Pengungkapan   pikiran  dan  perasaan,   baik  secara  lisan maupun   tulisan,   merupakan   kebutuhan   setiap  manusia   dalam rangka     mengungkapkan     dirinya     untuk     mencapai     kepuasan. Pengungkapan pikiran, baik dalam rangka mengemukakan gagasan sendiri maupun menilai gagasan orang lain, akan memantapkan pemahaman seseorang tentang apa yang sedang dipikirkan atau dipelajari.
 

4)  Refleksi
Bila seseorang mengungkapkan  gagasannya  kepada orang lain dan mendapat tanggapan, maka orang itu akan merenungkan kembali gagasannya, kemudian melakukan perbaikan sehingga memiliki gagasan yang lebih mantap. Refleksi dapat terjadi sebagai akibat dari interaksi dan komunikasi. Umpan balik dari guru atau siswa   lain   terhadap   hasil   kerja   seorang   siswa,   yang   berupa pertanyaan     yang     matang     (membuat     siswa     berpikir)     dapat merupakan pemicu bagi sisa untuk melakukan refleksi tentang apa yang sedang dipikirkan atau dipelajari.34

b.  Pendukung Komponen Metode Active Learning

1)  Sikap dan prilaku guru

Sesuai dengan pengertian mengajar yaitu menciptakan suasana yang mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab belajar siswa maka sikap dan prilaku guru hendaknya:
a)   Terbuka, mau mendengarkan pendapat siswa

b)  Membiasakan siswa untuk mendengarkan bila guru atau siswa lain berbicara
c)   Menghargai perbedaan pendapat

d)  Mentoleril salah dan mendorong untuk memperbaiki e)   Menunbuhkan rasa percaya diri siswa
f)   Memberi umpan balik terhadap hasil kerja siswa

34 Ujang Sukandi, Op Cit. hlm. 10-11
 

g)  Tidak terlalu cepat untuk membantu siswa h)  Tidak kikir untuk memuji dan menghargai
i)     Tidak menertawakan pendapat atau hasil karya siswa sekalipun kurang berkualitas
j)   Mendorong     siswa     untuk     tidak     takut     salah     dan     berani menanggung resiko.
2)  Ruang kelas yang menunjang aktif

a)   Berisikan banyak sumber belajar, seperti buku dan benda nyata b)  Berisi banyak alat bantu belajar, seperti media atau alat peraga c)   Berisi   banyak   hasil  karya   siswa,   seperti   lukisan,   laporan
percobaan, dan alat hasil percobaan

d)  Letak bangku dan meja diatur sedemikian rupa sehingga siswa leluasa untuk bergerak.
Komponen  belajar aktif dan pendukungnya  di atas menunjukkan saling mempengaruhi dan saling mendukung antara satu dengan yang lainnya: tampilan siswa (pengalaman, interaksi, komunikasi dan refleksi), tampilan  guru (sikap dan prilaku guru) dan tampilan  ruang kelas. Jelas sekali, guru merupakan aktor intelektual perekayasa  tampilan siswa dan tampilan   ruang   kelas.   Gurulah   sebagai   fasilitator   terciptanya   kedua tampilan tersebut. Dengan perkataan lain, suasana belajar aktif hanya mungkin terjadi bila gurunya aktif pula: aktif sebagai fasilitator. Sehingga tidaklah benar pendapat yang menganggap bahwa dalam kegiatan belajar mengajar  yang bernuansa  belajar aktif (BA), hanya siswalah  yang aktif
 

sedangkan  gurunya  tidak.  Keduanya  aktif  tetapi  dalam  peran  masing- masing: siswa aktif dalam belajar dan guru aktif dalam mengolah kegiatan belajar mengajar (KBM).
Kegiatan-kegiatan dalam Belajar Aktif

No    Komponen    Kegiatan Siswa    Kegiatan Guru
1    Pengalaman    – Melakukan pengamatan

– Melakukan percobaan

– Membaca

– Melakukan wawancara

– Membuat sesuatu    – Menciptakan kegiatan yang

beragam

– Mengamati siswa bekerja dan sesekali mengajukan pertanyaan yang menantang
2    Interaksi    – Mengajukan pertanyaan    – Mendengarkan,  tidak

menertawakan,  dan memberi kesempatan terlebih dahulu kepada siswa lain untuk menjawabnya
        – Meminta pendapat orang

lain    – Mendengarkan

– Meminta pendapat siswa lainnya
        – Memberi komentar    – Mendengarkan,  Sesekali

Mengajukan Pertanyaan Yang

Menantang.

– Memberi kesempatan kepada siswa lainnya untuk memberi pendapat tentang komentar tersebut
        – Bekerja dalam kelompok    – Berkeliling ke kelompok

sesekali duduk bersama kelompok, mendengarkan
 

            perbincangan kelompok, dan

sesekali memberi komentar atau pertenyaan yang menantang
3    Komunikasi    – Mendemonstrasikan/mem-

pertunjukkan/menjelaskan    – Memperhatikan/memberi

komentar/pertanyaan yang menantang
        – Berbicara/ bercerita/

menceritakan    – Mendengarkan/  memberi

komentar/ mempertanyakan
        – Melaporkan

– Mengemukakan  pendapat/

pikiran (lisan/tulisan)    – Tidak mentertawakan
        – Memajangkan Hasil karya    – Membantu agar letak pajang

dalam jangkauan siswa
4    Refleksi    – Memikirkan kembali hasil

kerja/ pikiran sendiri    – Mempertanyakan

– Meminta siswa lain untuk memberikan komentar

Tabel  2.1
Kegiatan dalam belajar aktif
(hugungan timbal balik antara guru dan siswa)

Komponen Metode Active Learning dan Pendukungnya | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *