KENIKMATAN ITU AKAN DITANYAKAN

Oleh : Dr. H. Uril Bahruddin, M.A

 

Dalam kitab Shahih Muslim diceritakan kisah “kelaparan” yang pernah dialami oleh rasulullah saw. bersama dua sahabatnya, Abu Bakar dan Umar -semoga Allah meridhai keduanya-. Suatu malam di persimpangan jalan beliau bertemu dengan keduanya seraya bertanya: “Mengapa malam-malam begini kalian keluar rumah?”, mereka menjawab: “Kami sedang mencari sesutu untuk mengganjal perut kami, wahai rasulallah”. “Demi Allah, yang membuat aku keluar malam ini juga sama seperti kalian berdua”, sambung rasulullah saw.

Selanjutnya, mereka bertiga sepakat untuk mendatangi salah seorang sahabat Anshor, di rumah itu mereka menikmati hidangan yang disajikan berupa beberapa macam kurma mulai dari yang masih ranum hingga yang sudah berbentuk kurma matang, mereka juga menikmati kambing yang secara khusus dipotong untuk baginda rasulullah dan dua sahabatnya. Kemudian rasulullah saw. bersabda: “Demi Allah, Dzat yang jiwaku ada pada genggaman-Nya, pada hari kiamat nanti kalian akan ditanya tentang kenikmatan yang kalian rasakan pada malam ini, kalian keluar dari rumah dalam keadaan lapar dan tidak kembali pulang kecuali setelah kenyang”.

Ulama tafsir menyampaiakan beberapa makna dari kenikamatan yang dimaksud oleh Allah dalam surat at Takatsur:8, Mujahid berpendapat, bahwa yang dimaksud adalah “segala sesuatu yang terasa nikmat di dunia ini”. Sementara Ibnu al Jauzi menyampaikan pendapat para sahabat, bahwa yang dimaksud dengan kenikmatan pada ayat itu adalah “kurma, air dan pedang yang kami panggul”.

Kawan…
Marilah kita sejenak membayangkan pertanyaan yang akan di sampaikan oleh Allah kepada kita nanti di hari kiamat tentang nikmat yang kita rasakan selama hidup di dunia ini, bagaimana cara kita memperolehnya?, dan bagaimana cara kita memanfaatkannya?. Apakah jawaban yang akan kita sampaikan di hadapan-Nya?. Apabila kita membayangkan pertanyaan itu, tentu kita akan selalu berhati-hati dalam memperoleh nikmat, tidak semua sumber yang menawarkan kenikmatan dapat kita terima. Begitu juga ketika nikmat itu sudah kita peroleh, pasti kita akan menggunakan kenikmatan itu hanya untuk hal-hal yang diijinkan oleh Allah swt. semata. Syukur nikmat dengan segala makna yang terkandung dalam kata itu menjadi suatu keniscayaan untuk kita lakukan.

Syukur nikmat itu dilakukan dengan cara menggunakan nikmat itu sesuai dengan fungsi yang sebenarnya. Jika air itu fungsinya untuk mandi, minum atau menyiram tanaman, maka membuang air di luar fungsi itu berarti tidak mensyukuri nikmat air. Manusia telah dimuliakan oleh Allah dengan nikmat akal harus dipupuk dengan berbagai macam ilmu pengetahuan. Jika tidak digunakan dengan sebenarnya, maka berarti tidak mensyukuri nikmat akal, dan begitu seterusnya.

Nikmat Allah itu sangat banyak, tak terhingga jumlahnya, manusia yang memperolehnya tidak diminta untuk mengganti atau membayarnya dengan materi, karena memang manusia tidak akan mampu untuk melakukan itu. Jangankan mengganti, menghitung jumlahnya saja tidak mungkin dapat dilakukan. Karena itu, Allah yang maha kasih sayang hanya meminta kepada manusia untuk bersyukur terhadap kenikmatan tersebut. Sebuah permintaan minimal dari Allah, karena manusia itu hakekatnya sangat lemah. Jika bersyukur saja tidak diindahkan oleh manusia, maka sudah sepantasnya Allah memperingatkan dengan siksa.

Sekecil apapun kenikmatan dari Allah akan dipertanggungjawabkan oleh manusia yang menerimanya. Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa yang di pagi hari merasakan keamanan, kesehatan dan ada makanan yang cukup untuk hari itu, maka berarti dia sudah mendapatkan dunia dan segala isinya”. Pasti simpanan makanan dan harta yang kita miliki bukan hanya cukup untuk hidup sehari atau dua hari saja, bisa jadi cukup untuk hidup bertahun-tahun atau bahkan selama hidup di dunia ini. Sudah barang tentu pertanggungjawaban kita di hadapan Allah akan lebih besar lagi.

Semoga kita selalu pandai mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah sekecil apapun, sehingga kita termasuk golongan orang-orang yang tidak dimurkai oleh-Nya. Wallahu a’lam.
===============
cak.uril@gmail.com

KENIKMATAN ITU AKAN DITANYAKAN | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *