KEMENANGAN HAKIKI

Oleh : Dr. H. Uril Bahruddin, M.A

Setiap hari Jumat seperti ini, kita dianjurkan untuk membaca surat al Kahfi, surat ke-18 dalam al Quran al Karim. Diantara keistimewaan membacanya adalah sebagaimana disampaikan oleh rasulullah saw. dalam hadis: “Barang siapa membaca surat ak Kahfi pada hari Junar, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jumat”.

Salah satu kisah yang diabadikan oleh Allah dalam surat al Kahfi adalah kisah Ashabul Kahfi, kisah yang unik dan menakjubkan . Mereka adalah 7 pemuda yang siap memberikan kontribusi perubahan di masyarakat, mereka siap mengumandangkan kebenaran yang diyakininya. Ikrar mereka adalah bahwa Tuhan yang benar adalah Penguasa alam semesta, dan Dialah yang berhak untuk disembah.

Namun, perjuangan mereka untuk membuat perubahan di masyarakat belum membuahkan hasil, justru malah mendapat tantangan dan hambatan dari penguasa yang dzalim saat itu. Mereka melarikan diri bersembunyi di dalam goa, selama 309 tahun mereka ditidurkan oleh Allah di dalamnya, dan dibangkitkan kembali ketika dakwah mereka sudah sukses, ketika masyarakat dan penguasa mereka sudah menjadi masyarakat dan penguasa yang beriman kepada Allah swt.

Kawan…
Kisah Ashabul Kahfi adalah kisah kemenangan hakiki. Sebuah kemenangan barakah yang datang dari Dzat yang Maha kuasa. Mereka menang karena kebenaran telah menjadi pilihan masyarakat, penguasa yang dzalim dan masyarakat yang rusak telah kembali kepada jalan yang benar, beriman kepada Allah swt. Betul, bahwa mereka ditidurkan oleh Allah selama 309 tahun, tetapi mereka telah memenuhi kriteria sebagai pemenang, sehingga Allah tidak segan-segan menghadiahkan kemenangan kepada mereka.

Ada 3 sifat yang dimiliki oleh Ashabul Kahfi sebagaimana disebutkan oleh Allah dalam ayat 13-14, dan karena itu mereka layak menang. Sifat pertama adalah karena mereka memiliki kejelasan orientasi atau keimanan (beriman kepada tuhan mereka), orientasi perjuangan kita sudah sangat jelas, yaitu Allah swt. Keridhaan Allah dalam sebuah perjuangan adalah keniscayaan, bukan orientasi pribadi. Karena itulah kita harus bersandar penuh kepada-Nya, tidak bersandar pada materi dan akal manusia yang lemah. Itulah perjuangan dalam kehidupan ini, apabila orientasi kita dalam setiap aktifitas kita benar, maka Allah akan memberikan dukungan kepada kita, namun jika tidak, maka Allah tidak mau tahu dengan orientasi manusia yang salah.

Sifat kedua adalah adanya kesatuan langkah (Kami tambahi mereka dengan hidayah dan petunjuk). Tujuan yang benar, misi yang baik akan berhasil apabila direalisasikan melalui perencanaan dan langkah-langkah yang tepat. Langkah yang tepat harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kesamaan langkah. Meskipun yang terlihat adalah melakukan pekerjaan yang berbeda-beda, namun sesungguhnya kita memiliki satu langkah menuju tujuan yang sama. Kesatuah langkah dalam aktifitas menyampaikan kebenaran dalam kehidupan kita menjadi syarat utama untuk mewujudkan cita-cita, karena perjuangan dakwah ini sangat berat, tidak mungkin sanggup hanya dipikul oleh segelintir orang saja, harus dipikul oleh banyak orang dan itulah amal jama’i yang akan mendatangkan keberkahan, diantaranya adalah kemenangan dari Allah.

Sifat ketiga adalah adanya kekuatan motivasi hati (dan Kami kuatkan hati mereka). Setiap perjalanan akan selalu membutuhkan kekuatan. Sebuah mobil tidak akan dapat berjalan jika tidak memiliki kekuatan berupa mesin yang menggerakkannya. Begitu juga manusia, agar bisa menjalani perjuangannya dalam hidup ini dengan sempurna memerlukan kekuatan. Kekuatan utama yang mampu menggerakkan dan memotivasi manusia adalah kekuatan hati. Kekuatan hati itu datangnya dari Allah, Dialah yang mengendalikan hati manusia, karena itu kita diajarkan oleh rasulullah saw. agar memohon kekokohan hati dalam kebenaran, sehingga mampu menggerakkan diri kita menuju kemangan hakiki.

Semoga kemenangan kita adalah kemenangan yang hakiki, yaitu; karena adanya keterikatan yang kuat dengan-Nya, karena memperjuangkan kebenaran, karena telah memenuhi seluruh syarat-syarat perjuangan, adalah kemenangan bersama bukan kepentingan pribadi, dan kemenangan hakiki itu adalah bonus dari Allah. Wallahu a’lam.
===============
cak.uril@gmail.com

KEMENANGAN HAKIKI | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *