EKOSISTEM DAN LINGKUNGAN

EKOSISTEM DAN LINGKUNGAN

Hak Cipta Artikel Oleh : Indah Fotriani,  M.Pd. M.Si

Kehidupan dalam ekosistem terdiri dari:

  1. Individu: makhluk hidup tunggal yang dapat melakukan proses hidup dengan mandiri.

Contoh: seekor cecak, serumpun rumput

  1. Populasi adalah kumpulan dari individu-individu dari spesies tunggal dan hidup pada habitat yang sama.

Contoh: 50 pohon mangga di kebun

  1. Komunitas adalah kumpulan dari beberapa populasi dan berinteraksi pada daerah dan waktu tertentu

Contoh: komunitas hutan mahoni

  1. Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan

Contoh: ekosistem air tawar

  1. Bioma adalah kesatuan ekosistem yang dibedakan berdasarkan iklim.

Contoh: bioma tundra, bioma hutan hujan tropis

  1. Biosfer adalah kesatuan ekosistem yang ada di bumi.

SUKSESI

pembeda

primer

sekunder

Asal gangguan

Alami atau buatan

Alami atau buatan

kerusakan

Total

Sebagian

Komposisi komunitas baru

Berbeda dengan komunitas awal

Sama dengan komunitas awal

Urutan suksesi

Bencana alam-habitat rusak-lichenes*-lumut dan paku-pakuan-rumput-perdu-pohon (komunitas klimaks*)

INTERAKSI ANTAR KOMPONEN EKOSISTEM

Interkasi antar komponen ekosisatem dibedakan menjadi:

  1. interaksi antar organisme
  2. interaksi antar populasi
  3. interaksi antar komunitas

Interaksi antar organisme

Parasitisme    Endoparasit   hidup dalam tubuh inang

Contoh: Cacing hati pada hati sapi

Ektoparasit    hidup di luar tubuh inang

Contoh: benalu pada pohon rambutan

Parasit obligat          menyerap bahan organik langsung dari induknya.

Contoh: tali putri pada pohon beluntas

Semi parasit  mengambil bahan anorganik dari tubuh inang

Contoh: anggrek dengan pohon mangga

Komensalisme            interaksi antar populasi yang satu diuntungkan dan populasi lain tidak terpengaruh. Contoh: ikan hiu dengan ikan remora

Mutualisme: interaksi antar populasi yang saling diuntungkan

Contoh Rhizobium dengan akar kacang-kacangan

Predasi      : hubungan mangsa dan pemangsa.

Contoh: harimau (predator) dengan kijang (mangsa)

Netral       : hubungan tidak saling mengganggu dalam habitat yang sama

Contoh: semut dan kupu-kupu pada suatu taman

Interaksi antar populasi

  1. Alelopati adalah interaksi antar populasi, populasi yang satu menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain.

Contoh: pohon walnut menghasilkan zat toksik sehingga di sekitarnya tidak di tumbuhi tanaman lain.

Penicillium menghasilkan antibiotika yang menghalangi tumbuhnya bakteri tertentu. Peristiwa ini disebut anabiosa/antibiosis (alelopati pada mikroorganisme)

  1. Kompetisi adalah persaingan untuk memenuhi kebutuhan yang sama pada habitat yang sama.

Contoh populasi kambing dan populasi domba di padang rumput

Interaksi antar komunitas

Interaksi antar berbagai komunitas. Interaksi antar komunitas cukup komplek karena tidak hanya melibatkan organisme, tapi juga aliran energi dan makanan. Interaksi antarkomunitas dapat diamati, misalnya pada daur karbon.

Contoh: komunitas sawah dan komunitas sungai.

RANTAI MAKANAN

Hubungan timbal balik antara unsur-unsur hayati dengan nonhayati membentuk sistem ekologi yang disebut ekosistem. Di dalam ekosistem terjadi rantai makanan, aliran energi, dan siklus biogeokimia.
Rantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya melalui sederetan organisme yang makan dan dimakan.
Macam rantai makanan
1. Rantai Pemangsa
Rantai pemangsa dimulai dari tumbuhan hijau (produsen)-hewan herbivora (konsumen I)-hewan karnivora (konsumen ke-2) dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen ke-3.
2. Rantai Parasit
Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit.

Contoh: organisme parasit antara lain cacing tambang, bakteri, dan benalu.
3. Rantai Saprofit
Rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai.

Contoh: jamur dan bakteri.

Rantai-rantai di atas tidak berdiri sendiri tapi saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga membentuk jaring-jaring makanan.

TINGKAT TROFIK

Salah satu cara suatu komunitas berinteraksi adalah dengan peristiwa makan dan dimakan, sehingga terjadi pemindahan energi, elemen kimia, dan komponen lain dari satu bentuk ke bentuk lain di sepanjang rantai makanan.
Tingkat trofik tersusun dari seluruh organisme pada rantai makanan yang bernomor sama dalam tingkat memakan.

Contoh:

Tumbuhan sebagai produsen merupakan tingkat trofik pertama. Hewan herbivora atau organisme yang memakan tumbuhan termasuk anggota tingkat trofik kedua. Karnivora yang secara langsung memakan herbivora termasuk tingkat trofik ketiga, sedangkan karnivora yang memakan karnivora di tingkat trofik tiga merupakan tingkat trofik keempat.

PIRAMIDA EKOLOGI
Struktur trofik pada ekosistem dapat disajikan dalam bentuk piramida ekologi.

Macam Piramida ekologi

  1. Piramida jumlah

Piramida jumlah ini di dasarkan atas jumlah organisme di tiap tingkat trofik. Organisme di tingkat trofik pertama biasanya paling melimpah, sedangkan organisme di tingkat trofik kedua, ketiga, dan selanjutnya makin berkurang.
b. Piramida biomassa

Biomassa adalah ukuran berat materi hidup di waktu tertentu. Untuk mengukur biomassa di tiap tingkat trofik maka rata-rata berat organisme di tiap tingkat harus diukur kemudian jumlah organisme di tiap tingkat diperkirakan.
Piramida biomassa berfungsi menggambarkan perpaduan massa seluruh organisme di habitat tertentu, dan diukur dalam gram.
c. Piramida energi

Piramida energi dibuat berdasarkan observasi yang dilakukan dalam waktu yang lama. Piramida energi mampu memberikan gambaran paling akurat tentang aliran energi dalam ekosistem.
Pada piramida energi terjadi penurunan sejumlah energi di tiap tingkat trofik.

Berkurangnya energi yang terjadi di setiap trofik terjadi karena

  1. Hanya sejumlah makanan tertentu yang ditangkap dan dimakan oleh tingkat trofik selanjutnya.
  2. Beberapa makanan yang dimakan tidak bisa dicernakan
  3. Hanya sebagian makanan yang dicerna menjadi bagian dari tubuh organisms, sedangkan sisanya digunakan sebagai sumber energi.

SIKLUS BIOGEOKIMIA

Merupakan siklus bahan kimia dari komponen abiotik ke biotik yang kemudian diuraikan menjadi mineral oleh mikroorganisme.

KESEIMBANGAN LINGKUNGAN

Lingkungan seimbang ditandai denngan tidak ada pertumbuhan yang mencolok pada salah satu komponen ekosistem.

Polusi

  1. Polusi udara

– Efek rumah kaca (Green House Effect)

Penyebab. Peningkatan kadar CO2 karena pembakaran bahan bakar fosil, menurunnya hutan tropis sehingga fotosintesis dan respirasi tumbuhan terganggu.

Akibat CO2 di atmosfer bergabung dengan gas CH4, NO dan H2O akan menahan panas matahari yang dipantulkan bumi.

Dampak bagi oragnisme adalah terganggunya kehidupan serta punahnya spesies tertentu

–    Hujan asam

Penyebab SO2 dari pembakaran minyak bumi dan NO dari pembakaran hutan

Akibat SO2 bereaksi dengan uap air dan H2O2 menghasilkan H2SO4, NO bereaksi menjadi HNO3 jika bercampur air hujan akan menyebabkan perubahan pH air dan tanah, klorosis, korosi, pelapukan.

–    Rusaknya lapisan Ozon

Penyebab CFC (Chloro Fluoro Carbon) dan alat-alat spray

Akibat lapisan ozon berlubang sehingga tidak bisa menahan sinar UV. Sinar UV bisa menyebabkan kanker kulit (mutasi) dan menurunkan produk primer tanaman.

–    Asfiksi

Penyebab CO, SO2, NO dan Pb dari pembakaran bahan bakar fosil.

Akibat gas CO masuk peredaran darah akan bergabung dengan Hb darah sehingga menyebabkan gangguan pengangkutan O2 ke jaringan (asfiksi)

SO2 dan NO bersifat korosif menyebabkan iritasi pada mata dan kerusakan paru-paru

Pb menyebabkan kerusakan otak, keterbelakangan mental bagi anak, kelainan fungsi ginjal, kejang dan masalah pencernaan.

  1. Polusi air

–    Eutrofikasi

Penyebab akumulasi nitrat dari penggunaan pupuk yang berlebihan.

Akibat Blooming algae yaitu peledakan pertumbuhan tanaman air sehingga sinar matahari tidak bisa menembus perairan. Organisme yang ada di bawahnya tidak mampu berfotosintesis sehingga O2 terlarut menurun. Berkurangnya oksigen dalam air akan menyebabkan organisme air mati dan mengendap di dasar perairan sehingga perairan menjadi dangkal.

 

–    Biomagnifikasi

Penyebab akumulasi  bahan pencemar nonbiodegradable (tidak dapat diuraikan) pada tingkat trofik tertinggi contoh. DDT

Akibat fisiologi kehidupan organisme terganggu.

 

–    Minamata

Penyebab limbah cair (tailing) berupa air raksa (Hg)

Akibat akumulasi Hg pada ikan tidak bisa diuraikan menyebabkan penyakit minamata pada manusia jika memakan ikan tercemar tersebut.

EKOSISTEM DAN LINGKUNGAN | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *