AGAR TUHAN TIDAK MURKA

Oleh : Dr. H. Uril Bahruddin, M.A

Dalam sebuah hadis shahih disebutkan bahwa: “Semua anak Adam itu pasti melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat”. Dalam pepatah juga disebutkan bahwa: “Manusia itu tempat salah dan lupa”.

Kawan…
Betul, tidak ada manusia yang tidak pernah salah, semua kita pasti pernah melakukan kesalahan, bahkan sering melakuknnya. Diantara sejumlah kesalahan yang diperbuat oleh hamba itu ada yang dapat membuat Allah murka, khususnya kesalahan-kesalahan yang tidak dikuti dengan taubat, penyesalan dan istighfar. Allah murka karena manusia itu sudah melakukan kesalahan tapi tidak mau mengakui kesalahannya, atau karena tidak mau tahu dengan kesalahan yang diperbuat, atau pura-pura benar padahal sesungguhnya dia itu salah.

Kesalahan itu bisa jadi berbentuk ucapan atau perbuatan. Betapa banyaknya ucapan yang kita ucapkan setiap hari, sementara kita tidak tahu diantaranya ada yang salah. Betapa banyak perbuatan yang kita lakukan setiap hari, sementara kita tidak tahu diantaranya ada yang tidak benar. Kita tidak sadar kalau diantara ucapan atau perbuatan kita ada yang dapat membuat Allah murka.

Diantara kita mungkin ada yang respon keimanannya kuat, ketakwaannya kepada Allah hebat, sehingga selalu berhati-hati dalam berbicara, senantiasa menjaga setiap perbuatannya agar Allah tidak murka. Mereka adalah orang yang selalu bersemangat untuk memadamkan murka Allah dan berusaha untuk menghadirkan keridhaan-Nya melalui ucapan dan perbuatan mereka. Bagaimanapun keadaannya, yang nampak di benak mereka hanyalah ingin melakukan hal-hal yang dicintai oleh Allah, mereka tidak peduli dengan kedudukan dihadapan manusia, mereka tidak perlu dikenal oleh manusia. Mereka paling tahu dengan kebutuhan diri mereka sendiri.

Namun, sayangnya sebagian kita masih ada juga yang kurang kuat respon keimanannya, sehingga tidak bisa berhati-hati dalam berbicara dan berbuat. Sepertinya sudah tidak ingat lagi bahwa membicarakan aib saudaranya itu dapat membuat Allah murka, tidak sadar kalau menyakiti hati orang lain itu dapat menjauhkannya dari keridhaan Allah. Mereka lupa kalau mendzalimi orang lain dilarang oleh Allah.

Terkait dengan pentingnya selalu menghadirkan keridhaan Allah dan menjauhkan diri dari murka-Nya, ada teladan yang dicontohkan oleh Imam Zainal Abidin rahimahullah, kesibukan beliau di keheningan malam adalah berkeliling kampung memanggul kantong yang berisi roti untuk dibagikan kepada fakir dan miskin serta para janda yang membutuhkan. Ketika ditanya tentang kebiasaannya itu, beliau menjawab: “Sesungguhnya bersedekah secara diam-diam itu dapat membuat Tuhan tidak murka”.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kita sangat membutuhkan penawar murka Allah, berupa sedekah secara diam-diam sebagaimana dicontohkan oleh Imam Zainal Abidin, karena terlalu banyak kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan. Yang menjadi pertanyaan introspeksi diri kita adalah, “sudahkah kita melakukannya”? Jika sudah, maka bersyukurlah karena Allah telah memudahkan kita untuk melakukan perbuatan yang dapat menjadi penawar murka-Nya, dan semoga secara istiqamah bisa dilakukan.

Bagi sebagaian orang, bisa jadi sedekah yang akan menjadi penawar murka Allah tidak selalu berbentuk materi. Bagi seorang guru atau pendidik, bisa juga bersedekah dengan ilmu yang dimilikinya, yaitu dengan mengajarkannya. Katanya setiap sesuatu itu ada sedekahnya, sedangkan sedekahnya ilmu itu adalah mengajarkannya. Bahkan rasulullah saw. telah mengajarkan kepada kita bersedekah yang paling mudah meskipun bagi sebagaian orang cukup sulit, yaitu dengan senyum atau wajah berseri ketika bertemu saudaranya. Rasulullah saw. bersabada: “Janganlah kau remehkan kebaikan itu sekecil apapun, meskipun hanya dengan menampakkan wajah berseri ketika bertemu saudaramu”. Dalam hadis yang lain disebutkan: “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah”.

Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk selalu mengucapkan kata-kata dan melakukan aktifitas yang selalu menghadirkan ridha-Nya dan menjauhkan kita dari murka-Nya. Wallahu a’lam.
===============
cak.uril@gmail.com

AGAR TUHAN TIDAK MURKA | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *